Gali Potensi Wisata Baru, Gubernur Minta Bentuk Badan Pengelola Marine Geopark Babel

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 24 Januari 2018 08:01 WIB | Diupdate pada 24 Januari 2018 09:17 WIB


SERIUS --  Gubernur Babel Dr Erzaldi Rosman Djohan (kanan),  Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai (tengah) dan Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor II UBB) asyik membincangkan marine geopark di daerah ini.

PANGKALPINANG, UBB --   Gubernur Bangka Belitung Dr Erzaldi Rosman Djohan terkesima dengan fakta banyak dan tersebarnya potensi marine-geopark di provinsi kepulauan ini.  Untuk menjadikannya  sebagai suatu produk dan destinasi wisata yang bernilai jual  tinggi,  gubernur memerintahkan jajarannya  segera membentuk sebuah lembaga bernama Badan Pengelola Marine Geopark Bangka Belitung.   

“Saya minta langkah-langkah untuk menggali  semua  potensi marine geopark  lebih dahulu didiskusikan dengan Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor II UBB).   Termasuk tim yang akan  terlibat  di dalam badan itu,  pun silakan koordinasi dengan  Prof Agus!,” tegas Erzaldi di tengah-tengah paparan  Prof Agus Hartoko  mengenai marine dan geopark Bangka Belitung (Babel)  di Ruang Tanjungpendam Kantor Pemrov Kepulauan Babel, Air Itam-Pangkalpinang, Selasa lalu.

Dalam paparan yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai dan staf, serta EDSM Babel,  Prof Agus menjelaskan perkembangan  hasil survei dan penelitian yang telah dilakukan Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam satu tahun terakhir.  Di antaranya  sejumlah lokasi marine geopark  yang memiliki nilai global di Tuing (Bangka),  Pulau Begadung (Bangka Tengah),  Situs Kota Kapur (Bangka) serta  hamparan pulau  -- baik  di Bangka Selatan maupun di  Pulau Mendanau, Belitung,--  dan  beberapa  lokasi barang muatan kapal tenggelam (BMKT) di Selat Gaspar

Tuing menurut catatan  Agus memiliki nilai kekhasan sendiri.   Selain di sini  terhampar  formasi batuan dalam posisi miring sebagai  dampak dari  proses geologis dari dasar laut (geological up-life), juga hidup flora dan fauna endemik dan komunitas warga masyarakat Tionghoa dan Suku Lum.

“Formasi batuan di sana berasal dari dasar laut yang didorong atau suatu desakan dari bawah  ke atas permukaan. Peristiwa ini dikenal sebagai  geological up-life.     Fenomena geologis ini satu-satunya ada di Indonesia,” ujar Agus Hartoko.

Sementara di lahan marginal (kurang unsur hara) dan berpasir yang ada di Tuing,  lanjut Agus Hartoko  tumbuh subur beberapa jenis anggrek, antara lain jenis  Hoya. Anggrek endemik itu sangat indah dan punya nilai jual tinggi.

“Pulau Begadung pun sangat menarik bagi tipe wisatawan explore atau penjelajah. Di sisi terhampar batuan betamorf; batuan unik dan warna menarik yang berasal dari dasar laut. Lokasi penyu bertelur, jajaran gua di tebing pulau sebagai habitat burung walet, vegetasi bakau tua, perairan untuk snorkling dan diving serta lokasi kapal tenggelam,” tukas Agus Hartoko.

 Sementara situs Kota Kapur yang merupakan satu dari enam  prasasti menandai keberadaan  Kerajaan Sriwijaya Abad ke 7, memiliki nilai sejarah berskala internasional.  Di sini terekam cerita masuknya armada perahu Sriwijaya dari pantai ke sungai Kota Kapur, serta serpihan perahu itu yang terkubur di sana.  

“Situs Kota Kapur masih belum banyak dilihat atau dikaji  dari aspek marine anthropology.  Atau belum dilihat dari satu kesatuan yang utuh.  Padahal sebagaimana kita tahu peradaban atau lokasi kerajaan masa lalu berada di tepian sungai atau laut,” terang Agus Hartoko.

Mendengar paparan menggunakan media slide power point yang berisi foto, peta, grafis dan data spasial sebanyak 100 halaman,  Gubernur Erzaldi Rosman Djohan mengaku terkesima atas fakta banyak dan beragamnya potensi marine geopark di Bangka Belitung.

“Apa yang barusan dijelaskan oleh Prof Agus Hartoko ini menarik sekali.  Kita minta UBB masuk ke dalam SK (surat keputusan) saya.  Melalui paparan ini kita semakin tahu betapa besar dan banyaknya  marine geopark di tempat kita ini.  Karena itu mengapa kita harus  menggunakan pakar dari universitas lain; bekerjasama saja dengan UBB.  Tolong bikin surat untuk  tim Profesor Agus ini,” ujar Erzaldi kepada Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai.

 Agus Hartoko yang dalam paparan marine geopark di Pemprov Babel didampingi Eddy Jajang J Atmaja (Kepala UBB Press), Ghiri Basuki (Kepala UPT TIK) dan Irvani (dosen Teknik Pertambangan UBB) menyebutkan marine park merupakan pengembangan dari geopark, menjadi kajian baru menarik karena menggunakan  pendekatan beragam disiplin ilmu.

Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai  menyebutkan keseriusan gubernur membentuk marine geopark di daerah ini, memerlukan kerjasama berbagai pihak.  Untuk itu sesuai arahan  gubernur, pemprov akan membentuk suatu Badan Pengelola Marine Geopark Bangka Belitung.

“Melalui badan ini kita berharap akan ada produk dan destinasi pariwisata baru.   Di mata wisatawan, Babel pun dikenal  dengan  daya tarik baru bernama marine geopark.  Tentu jumlah kunjungan wisatawan ke sini meningkat tajam.  Pemasukkan daerah bertambah, serta peredaran uang di tengah masyarakat kian besar,” kata Rivai (Eddy Jajang Jaya Atmaja)


Topik

Geopark