+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
13 Januari 2009 | 13:40:07 WIB


Gebrakan Linux Desktop KDE 4 dengan Framework QT


Ditulis Oleh : Admin

Tidak seperti di Windows yang hanya menyediakan satu jenis Desktop, di Linux, Anda akan menemui berbagai pilihan Desktop. Ini merupakan kelebihan dari Linux, sehingga Anda bisa memilih desktop mana yang cocok akan digunakan dan fasilitas sesuai yang Anda inginkan. Salah satunya adalah KDE (K Desktop Environment). KDE merupakan desktop Linux yang banyak digunakan saat ini. Desktop ini memiliki segmentasi pasar untuk orang yang menyukai desktop yang mudah dikonfigurasi dan dengan aplikasi yang sangat lengkap. Ini ditandai dengan banyaknya aplikasi (hampir semua jenis aplikasi ada disini) serta konfigurasi desktop yang sampai halhal yang kecil seperti kelakuan window pada saat di double klik. Desktop ini menggunakan framework QT [baca: cute] sebagai pustaka grafisnya, sehingga aplikasi yang berbasis QT akan bisa menyesuaikan diri dengan desktop KDE. KDE juga sangat cocok bagi pengguna yang baru mengenal Linux, setelah sebelumnya menggunakan Windows.


Tampilan Dekstop dengan KDE 4.1.0
Tampilan Dekstop dengan KDE 4.1.0


Pada 29 Juli 2008 KDE meluncurkan KDE versi 4.1.0. Sudah sekitar 4 bulan kurang lebih dirilis. Semua orang berdecak kagum dengan perubahan paling signifikan dari KDE 4.1.0 yaitu pengenalan engine for generating desktop dan panel windows yang disebut dengan Plasma. The new desktop Shell Plasma hadir dengan banyak fitur. Desktop Plasma memberikan interface desktop yang baru, meliputi panel, menu dan widgets seperti yang terdapat pada fungsi dashboard. Kwin, KDE Window Manager sekarang mendukung penuh terhadap efek grafis tingkat lanjut sehingga memudahkan Anda dalam berinteraksi dengan Windows. Banyak sekali aplikasi bawaan KDE yang menunjukkan perkembangan berarti. Okular, viewer dokumen terbaru dan Dolphin, file manager baru adalah beberapa kemajuan yang berhasil diwujudkan oleh pengembang KDE versi ini. Dari segi tampilan KDE 4.1.0 juga sangat cantik. KDE4's full-featured applications run natively on Linux, BSD, Solaris, Windows and Mac OS X. Kok bisa? Itulah inovasi tanpa batas alias multiplatform. KDE 4.2 versi Beta 1 juga sudah tersedia untuk testers dan reviewers yang diluncurkan pada 26 November lalu. Ada apa dengan pengembangan selanjutnya? Mari kita nantikan hasil akhirnya.


Tampilan Dekstop dengan KDE 4.1.0
Variasi Tampilan Dekstop dengan KDE 4.1.0


framework Qt [baca: cute] yang digunakan dalam pembuatan KDE adalah salah satu proyek open source yang cukup besar, yaitu KDE, juga mengandalkan Qt sebagai fondasi dasarnya. Framework yang digunakan pada KDE 4 adalah Qt 4. Whats Qt framework actually? Qt yang diklaim dengan code less, create more and deploy everywhere merupakan cross-platform application framework dari Trolltech AS (Norwegia). Qt menggunakan GUI dalam membangun aplikasi dan dapat dideploy pada banyak desktop serta embedded di sistem operasi [Windows, Mac OS, Linux/X11, Windows CE, S60 (coming soon)], tanpa harus mengubah kembali kode sumber (source code) yang sudah dibuat. Penggunaan Qt untuk membangun sebuah program akan banyak menolong sang programer. Selain kaya akan berbagai rutin untuk menyusun antarmuka grafis (GUI), Qt juga menyertakan beragam fungsi-fungsi untuk operasi file, network, struktur data, XML, basis data, dan lain sebagainya.

Qt mendukung bahasa C++ dan Java (meski ada juga yang diport untuk phyton dan Ruby). Qt tersedia dalam dua lisensi, komersil dan juga open source. Untuk open source Qt digunakan dalam proyek KDE, KOffice, VLC Media Player, Amarok 2 dan Marble. Qt sangat banyak diaplikasikan, diantaranya dalam Cross Platform Development, Advanced GUI Development, Advanced Visualization, Linux Device Creation, Qt on the desktop, Qt embedded devices dan Qt in consumer electronics. Pada desktop, Qt digunakan dalam pembangunan Google Earth, Skype, Adobe Photoshop Album dan Walt Disney Animation Studios, sedangkan untuk device, diantaranya Sony, Nokia, Motorola, Philips, Panasonic dan masih banyak lagi. Qt menjadikan pembuatan suatu aplikasi menjadi lebih mudah karena complete-nya fitur yang disediakan terlebih lagi dengan kemampuannya yang cross-platform sehingga bisa membuat aplikasi di berbagai platform tanpa harus mengubah source code yang sudah dibuat.


Source : http://hanum.info

UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang