+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
06 April 2010 | 12:11:59 WIB


MARI WUJUDKAN HADIRNYA DESA PINTAR DI BABEL


Ditulis Oleh : Admin

Masyarakat desa merupakan masyarakat yang selalu memegang teguh adat istiadat serta norma norma yang berlaku sesuai karakteristik masyarakatnya, kehidupan yang bersahaja, santun dan penuh semangat gotong royong, merupakan gambaran umum masyarakat desa. Sebagian besar masyarakatnya hidup dalam kondisi yang sederhana. Sikap sederhana ini mungkin terjadi karena pertama, secara ekonomi memang tidak mampu dan yang kedua secara budaya memang tidak senang menyombongkan diri. Inilah sedikit gambaran mengenai masyarakat desa.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai salah satu daerah yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan termasuk dalam bidang pendidikan, memiliki semangat besar untuk dapat mencerdaskan masyarakatnya, termasuk yang tinggal jauh dipelosok pedesaan. Semangat tersebut ditunjukkan dengan adanya rencana pembangunan perpustakaan desa diseluruh kabupaten di Bangka Belitung. Upaya tersebut patut kita beri apresiasi dan dukungan, mengingat sekarang ini tanpa adanya ilmu pengetahuan yang berkembang di tengah masyarakat, akan sulit sekali terbentuknya mobilisasi yang baik antara masyarakat itu sendiri, apalagi dengan masyarakat luar. Kita berharap agar pembentukan perpustakaan desa ini, dapat diutamakan untuk desa-desa yang aksesnya cukup sulit dijangkau, sehingga dapat memberikan kemudahan masyarakat di desa tersebut untuk menambah ilmu dan wawasan.

Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara administratif terbagi dalam enam kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka (2.950,68 km2), Kabupaten Bangka Barat (2.820,61 km2), Kabupaten Bangka Tengah (2.155,77 km2), Kabupaten Bangka Selatan (3.607,08 km2), Kabupaten Belitung (2.293,69 km2), Kabupaten Belitung Timur (2.506,91 km2), dan Kota Pangkalpinang (89,40 km2).


Berikut gambaran jumlah desa di Bangka Belitung.




Bila melihat dari jumlah desa yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, tentu dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk merencanakan hingga dapat terealisasi program perpustakaan desa ini. Untuk itu, peran pemerintah daerah yang ada disetiap kabupaten dan kecamatan mutlak diperlukan agar program perpustakaan ini dapat segera dilaksanakan.

Buta Aksara


Masalah buta aksara merupakan suatu masalah yang sangat krusial dialami oleh masyarakat desa, masalah ini dari tahun ke tahun selalu saja menghantui pemerintah daerah, khususnya para abdi negara yang memiliki kewenangan untuk menuntaskan masalah pendidikan, terutama pendidikan luar sekolah. Untuk apa ada Perpustakaan Desa kalau masih ada masyarakat yang tidak bisa membaca, yang ada malahan masyarakat merasa minder untuk berkunjung ke perpustakaan, karena mereka merasa tidak bisa membaca.

Untuk itu dibutuhkan peran tutorial pendamping yang dapat membimbing mereka untuk membaca, peran tutorial ini sangat besar, mereka bisa mengajarkan bagaimana cara membaca dan menulis kepada masyarakat yang masih belum tahu cara membaca dan menulis. Karena memang, tidak semua kondisi masayarakat yang ada dipedesaan sama. Pasti ada beberapa diantara mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan, mungkin disebabkan oleh masalah kemiskinan, atau bisa jadi karena faktor tidak peduli alias cuek terhadap lingkungan sekitar. Peran pemerintah daerah, agar terus berupaya menekan angka buta aksara khususnya bagi masayarakat di pedesaan harus terus dilakukan. Karena akhirnya juga faktor membaca akan membuat masyarakat sadar, bahwa ilmu pengetahuan itu sangat penting.

Peran Tempat dan Tenaga


Pemilihan tempat atau lokasi perpustakaan juga harus di pertimbangkan lebih dahulu. Letak yang strategis serta mudah dijangkau oleh masyarakat, merupakan salah satu hal yang perlu menjadi perhatian. Jangan sampai setelah perpustakaan desa berdiri, pengujung yang datang hanya ada satu atau dua orang saja, sedangkan penduduknya banyak.

Peran tenaga pengelola perpustakaan juga memiliki andil yang besar bagi keberlangsungan perpustakaan desa yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu, perlu dilakukan seleksi awal kepada para calon pustakawan desa ini agar mereka nantinya benar benar dapat bekerja dengan baik. Seorang pustakawan desa tidak harus memiliki wajah yang cantik atau modal tampang ganteng semata, mereka harus memiliki modal komunikasi yang baik, santun, ramah kepada para pengunjungnya, agar para pengunjung (user) betah berlama-lama duduk membaca didalam perpustakaan. serta bisa membantu pengguna menemukan koleksi bahan bacaan sesuai karakter penggunanya. Dan mampu bercerita atau mendongeng, karena pengunjung yang datang sudah pasti dari semua kalangan umur. Dan kemungkinan, mereka masih awam terhadapat penggunaan perpustakaan.

Berbicara mengenai kecerdasan tidak jauh jauh dari tersedianya media yang mudah ditemui, seperti buku, surat kabar, majalah dan berbagai macam media, baik dalam bentuk suara dan gambar. Serta adanya keinginan dari masayarakat sendiri untuk mau belajar. Karena memang, pendidikan tidak hanya berlangsung disekolah saja tetapi lingkungan tempat tinggal juga bisa dijadikan tempat untuk belajar, sama seperti halnya taman bacaan dan perpustakaan desa.

pemerintah pusat sendiri sudah lama merencanangkan hadirnya desa pintar (cerdas) diseluruh pelosok Indonesia. Keinginan tersebut ditunjukkan dengan adanya beberapa program seperti Desa Dering, Desa Pintar dan Media Center. Ketiga program besar tersebut diperkirakan akan selesai pada tahun 2012 dengan jumlah jangkauan sebanyak 31.724 desa.

Desa dering sendiri merupakan istilah untuk memberikan sambungan telepon kepada desa-desa yang hingga kini tidak tersentuh oleh sarana komunikasi. Desa Pintar adalah program desa yang dapat mengakses internet untuk kepentingan pengetahuan dan pembangunan.

Sedangkan Media Center digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi dari satuan terkecil atau kecamatan yang dihimpun hingga ke provinsi untuk kepentingan arus informasi yang lebih merata.

Untuk itu, mari kita dukung upaya mencerdaskan masyarakat desa baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Semua tujuan yang dilakukan pasti memiliki dampak positif dan negatifnya. Tinggal masyarakat sendiri yang menilai baik buruknya. Mari bersama wujudkan hadirnya desa pintar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber Pustaka :
  • Babel Dalam Angka Tahun 2006)
  • http://www.vivaborneo.com
  • Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung







Written By : MUKTAMARUDIN FAHMI
PUSTAKAWAN UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
NO HP : 081373580504


UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang