+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
19 Mei 2008 | 02:20:15 WIB


LANGKAH-LANGKAH MENJADI PENULIS


Ditulis Oleh : Admin

UNTUK pandai menulis syaratnya harus bisa menulis. Untuk bisa menulis sebaiknya anda suka membaca. Ada sejumlah strategi praktis untuk terjun menjadi penulis, meskipun saya tidak taat menggunakannya. Pengarang (author) atau penulis (writer)? Hampir sama memang. Namun "penulis" terasa lebih luas jangkauannya. Karena pengarang umumnya menulis sesuatu yang fiktif, sedang penulis melakukan keduanya: fakta (sebagai wartawan, penulis biografi) dan fiksi (sebagai novelis, penyair). Di bawah ini, secara ringkas, adalah langkah-langkahnya.

Pertama : Impian Kata impian mungkin berbeda arti dengan mimpi. Impian seolah sengaja diciptakan, bukan sekadar pemberian. Dan sejumlah orang sukses ternyata awalnya memiliki impian, atau dengan kata lain cita-cita. Sementara itu, impian kadang-kadang muskil dan sulit terjangkau. Dengan demikian, gunakanlah segala perangkat yang memungkinkan untuk mencapai impian yang "tak mungkin" tadi. Tapi, impian menjadi pengarang (besar) bukanlah sesuatu yang tak mungkin.

Kedua : Niat Niat adalah modal utama yang tak memerlukan biaya. Cukup dalam hati atau jika ingin lebih percaya dan yakin, ucapkan sekadar untuk didengar telinga sendiri: "Saya berniat menulis!"

Ketiga : Kemauan. Banyak orang memiliki niat, tetapi hingga akhir hayat tetap tinggal sebagai niat. Kendaraan untuk membawa niat menjadi kenyataan adalah kemauan. Bahkan, menurut banyak orang, kemauan sanggup mengalahkan kemampuan. Artinya, banyak orang yang mampu berbuat sesuatu tapi karena tidak memiliki kemauan, potensinya itu sia-sia belaka. Jadi, segera upayakan agar sang niat didorong oleh sang kemauan.

Keempat : Gagasan Walaupun gagasan penting, sebaiknya kita tidak terlalu bergantung kepadanya, dalam arti: ditunggu seperti kita mengharap wahyu. Gagasan bisa datang tiba-tiba seperti lampu menyala dalam pikiran kita. Itu mungkin disebut ilham. Tetapi, ketika kita melihat suatu peristiwa atau merasakan perasaan tertentu, entah gembira atau sedih, atau saat jatuh cinta; gagasan muncul dengan serta-merta. Namun demikian, gagasan kadang-kadang bisa dibentuk atau diciptakan. Bagaimana caranya? Berpikirlah! Jangan khawatir, itu nanti akan terpelajari dengan sendirinya melalui proses waktu.

Kelima : Tindakan Inilah yang disebut action. Untuk melakukan tindakan, setiap orang memang berbeda-beda caranya. Tetapi, menurut saya, jangan tergantung pada alat. Jika di depan anda sudah ada komputer, itu fasilitas terbaik saat ini. Ketik saja segera. Jika sedang berada di sekolah, tentu memiliki kertas dan pena. Lakukan awal tulisan anda di situ. Bukankah gagasan itu tak boleh lama-lama dipendam agar tak menguap hilang? Jika ternyata di tangan anda hanya ada handphone: ah, apa boleh buat! Ketik di layar hp, seolah akan mengirim sms kepada teman, lalu simpan. Soal keterbatasan jumlah halaman itu perlu disiasati dengan, misalnya, tulis judulnya dulu. Atau temanya. Atau pokok pikiran yang hendak diurai menjadi sejumlah besar kalimat. Yang paling penting: ide itu tak hilang!

Keenam : Pengembangan Setelah tiba di tempat yang memadai (di rumah, di perpustakaan, di mana pun yang menurut anda nyaman), kembangkan gagasan yang sudah ditulis secara ringkas menjadi paragraf dan seterusnya. Kembangkan potongan-potongan pokok pikiran yang tadi dicatat. Jangan pikirkan jumlah halaman. Mau pendek atau panjang, yang penting cerita atau karangan itu menjadi utuh. Nah, dalam pengembangan ini memang diperlukan kemampuan berbahasa, detail peristiwa, setting (waktu maupun tempat), karakter tokoh, dan logika fiksi.

Ketujuh : Referensi Untuk memperkaya pengembangan, boleh jadi diperlukan referensi. Jika cerita sejarah, tentu wajib melihat catatan fakta. Jika ingin menampilkan tokoh dengan profesi tertentu, carilah pengetahuan tentang profesi itu. Sekadar untuk menghidupkan cerita, bayangkan karakter atau perilaku kawan-kawan di sekitar anda.

Kedelapan : Ending Ada banyak pengarang yang selalu menemui kesulitan saat menggarap ending. Kesulitan bukan tabu. Tapi harus dicari jalan keluar. Banyak pilihan tentunya: ending tertutup atau terbuka? Happy ending atau sad ending? Putuskan saja. Lambat-laun, dari satu ke cerita berikutnya, akan semakin terampil membuat akhir kisah.

Kesembilan : Umumkan Sebuah tulisan atau karangan tidak akan diakui sebagai sebuah karya jika hanya menghuni laci anda. Segera umumkan. Caranya banyak. Print dan berikan kepada kawan-kawan agar mereka bisa membaca. Kirim ke redaksi majalah dinding sebagai bentuk latihan publisitas. Kirim ke media massa agar mendapatkan penilai yang lebih baik. Atau, jika masih ingin menutup diri, buat blogger di dunia maya (internet). Para penggemar internet akan membaca karya anda tanpa harus tahu identitas anda sebenarnya. Bukankah sudah selesai?

Adrakadabra : dan kini anda telah menjadi penulis! Hal-hal berikutnya, yang menyangkut kualitas baik dan buruk, itu memerlukan proses pembelajaran. Bacalah banyak buku tentang cara menulis. Banyak pengarang senior menjadi tempat bertanya. Banyak pelatihan yang akan mengasah kepekaan anda terhadap ide cerita dan bahasa. Ikuti diskusi sastra agar wawasan semakin terbuka. Kalau teman kita bisa menjadi penulis, kenapa kita tidak? Insya Allah. Selamat menulis!

Oleh : dedi iswantoro(putera bangka sekarang sedang menyelesaikan studi di Universitas Negeri Yogyakarta

UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang