+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
27 September 2010 | 17:15:22 WIB


Memblokir Situs Porno Ibarat Mengecat Es Batu


Ditulis Oleh : Balian Zahab

Teknologi ibarat arus sungai yang membawa beragam sampah dan kehidupan didalamnya. Kehidupan didalam sebuah arus sungai dapat kita manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari seperti ikan, airnya, sayuran air yang terdapat didalamnya dan lain sebagainya sehingga dapat memberikan keseimbangan terhadap lingkungan, sedangkan sampah yang terbawa oleh arus sungai banyak pula yang masih bermanfaat dan memberi penghidupan bagi orang lain namun adapula yang tidak boleh digunakan lagi untuk kehidupan.

Serangan dunia teknologi di tanah air seperti kita ketahui sudah tidak mungkin lagi dibendung. Arus kemajuan tehnologi ini dalam perjalanannya dari hulu menuju hilir membawa sangat banyak efek samping baik itu positif maupun negative. Teknologi sendiri dapat diibaratkan seperti sebuah pisau yang bermata tajam, dapat digunakan untuk memotong semua yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari, namun bukanlah kesalahan sebuah pisau apabila digunakan untuk merampok, membunuh atau apapun bila digunakan untuk hal-hal yang negative.

Penulis, melalui tulisan ini ingin mengajak semua masyarakat Indonesia untuk menyadari bahwa arus teknologi dunia yang masuk ke tanah air tidak akan dapat kita bendung, demikian juga tools yang digunakan baik itu software dan hardware_nya yang diibaratkan sebuah mata pisau yang tajam tidak dapat kita larang penggunaannya bagi anak-anak kita, namun wajib kita ajarkan dan arahkan penggunaannya agar tidak mereka gunakan sebagai sarana untuk melakukan kejahatan.

Salah satu efek negatif yang sudah tidak diragukan lagi dampak buruknya bagi masyarakat adalah arus konten pornography yang sangat di takutkan oleh sebagian masyarakat tanah air akan merusak moral anak bangsa ini. Berbagai cara sudah ditempuh oleh pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi untuk membendung arus situs-situs porno yang masuk ke Indonesia.
Pemerintah dalam hal ini Kominfo mempunyai tugas yang sangat berat untuk melaksanakan tugas tersebut. Instruksi dari Presiden untuk segera mengambil tindakan terhadap situs porno tersebut di tambah lagi dengan desakan dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat terhadap situs negatif yang dapat merusak moral anak bangsa tersebut bergulir dengan begitu derasnya. Namun akhirnya keputusan singkat telah di ambil oleh Tifatul Sembiring (Menkominfo) untuk segera melakukan pemblokiran terhadap situs-situs negative tersebut.

Namun seperti biasanya, pada saat sebuah keputusan diambil selalu ada pro dan kontra terhadap keputusan tersebut. Beberapa permasalahan mulai timbul disaat peraturan itu dikeluarkan.

Berikut beberapa hal yang dirasa memang agak “ Janggal “ apabila di tilik dari sudut pandang yang berbeda :
  1. Kominfo memerintahkan kepada seluruh Internet Service Provider ( ISP ) di Indonesia untuk menyaring seluruh situs porno yang masuk ke Indonesia, namun ISP tidak di bekali dengan list atau daftar hitam dari situs yang akan di bendung. Ini tentu saja akan sangat membuat bingung para ISP, dan membuat seakan-akan Kominfo “cuci tangan“ terhadap tugas mereka walaupun diyakini pada saatnya akan ada penyelesaian untuk hal ini.

  2. Akan timbul pertanyaan bahwa apakah ‘pekerjaan’ membersihkan situs porno ini akan terus dikerjakan ? atau hanya pada saat jabatan berlakunya Pak Tifatul saja ?, karena apabila pekerjaan ini melibatkan banyak manusia tentu saja setiap pergantian kepemimpinan akan berganti pula kebijakannya. Diharapkan ‘pekerjaan’ membersihkan situs porno ini dapat dilakukan secara kontinyu dan menggunakan tools yang dapat bekerja secara efektif.

  3. Seperti dikatakan oleh saudara M.Salahuddin ( wakil ketua ID-Sirtii ) bahwa pekerjaan menyaring situs negative ini dapat menggunakan filtering terhadap IP dan URL ( Domain ), mana yang akan di gunakan oleh Kominfo untuk ‘pekerjaan’ ini ? seperti kita ketahui DNS filtering Nawala Project yang di miliki oleh AWARI sendiri bisa menerima lebih dari 200 pengaduan setiap harinya, yang tentu saja pekerjaan ini sangat ‘melelahkan’ apalagi pemeriksaan dan klasifikasi adalah pekerjaan yang melelahkan dan mengakibatkan rasa jenuh yang luar biasa . Apalagi bila proses itu dikerjakan oleh relawan (voluntary), maka akan sangat sulit dijamin kecepatan respon pengaduan dan akurasi proses pemutakhiran data daftar hitam.

  4. Massive Trust Positif dikatakan oleh Bapak Ashwin Sasongko ( Dirjen aplikasi dan telematika ) adalah sebagai metode pemblokiran yang digunakan oleh kominfo dalam menyaring situs porno di Indonesia yang berdasarkan kepada IP dan kata kunci ( keyword blacklist ), diharapkan metode seperti ini dapat segera di perbaiki dan tidak mengulangi lagi kesalahan dalam pemblokiran situs yang malah tidak mengandung konten negative atau ‘salah blokir’ seperti yang dilakukan kominfo pada hari pertama pemblokiran mereka terhadap beberapa situs resmi di Indonesia. Metode pemblokiran dengan menggunakan IP dirasa dapat efektif dilaksanakan, namun dengan menggunakan keyword sepertinya hal inilah yang akan menyebabkan banyak sekali terjadi salah blokir.

  5. Empat juta situs porno lahir setiap harinya, itu adalah pekerjaan yang sangat berat bagi pemerintah untuk memeranginya. Apakah sebanding dengan situs yang ditutup, seperti pernyataan Ashwin Sasongko bahwa Kominfo dapat menutup 2000 sampai dengan 3000 situs setiap harinya. Jumlah itu bahkan tidak mencapai angka 10% dari situs porno yang lahir, sehingga pekerjaan menghapus/memblokir situs porno bisa diibaratkan kita “mengecat es batu” yaitu suatu pekerjaan yang sia-sia.


Pada akhirnya semua kembali kepada nilai-nilai yang ada dimasyarakat dan peran orang tua dalam mendidik anak muda bangsa ini. Karena bagaimanapun usaha pemerintah dalam memerangi situs negative ini takkan pernah berhasil tanpa bantuan dari masyarakat. Strategi yang paling tepat adalah pemerintah harus mendidik anak bangsa ini bersama-sama dengan para orangtua didukung berbagi lapisan elemen masyarakat untuk dapat mengadakan sosialisasi langsung untuk memerangi pornography ini. Perandaian terbaik dalam mendidik anak adalah : "Jangan pernah mengunci pagar rumah untuk melarang anak anda keluar dari rumah, namun beri pengertian dan pendidikan agar anak tidak berani melangkah keluar pagar rumah tanpa ijin orangtua tanpa harus mengunci pagar rumah."

(Radar Bangka Tanggal 21 September 2010)




Oleh : Balian Zahab SH. MH
Dosen FHIS UBB dan Pemerhati Hukum Teknologi Informasi


UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang