+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
25 Mei 2011 | 10:07:17 WIB


Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB Lakukan Penanaman Rumpon Attractor Cumi Bersama Nelayan Matras Sungailiat


Ditulis Oleh : Admin

Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB bersama Nelayan Matras Sungailiat melakukan penenggelaman rumpon attractor cumi pada Kamis, 28/04/2011 di perairan sekitar Pantai Matras. Rumpon yang dipasang merupakan rumpon yang dirancang untuk menjadi tempat bertelur cumi-cumi (Loligo sp.) dan sotong (Sephia sp.). Sebelum aplikasi rumpon ke masyarakat, UBB melalui program studi perikanan telah melakukan penelitian sekitar dua tahun untuk membuktikan efektivitas rumpon ini sebagai tempat bertelur cumi-cumi dan sotong di perairan Bangka.

Rumpon attractor cumi ini telah terbukti menjadi tempat bertelur dan diharapkan menjadi daerah pemijahan baru untuk cumi-cumi dan sotong. Hasil penelitian rumpon attractor cumi ini pada tahun 2010 sempat diliput khusus oleh Trans7. Harapannya, dari rumpon ini, hasil tangkapan cumi dan sotong Nelayan Matras dan sekitarnya dapat meningkat. Apalagi harga cumi-cumi beberapa waktu yang lalu di pasar cukup tinggi hingga Rp 70.000/kg.

Sebanyak 28 rumpon attractor cumi yang ditenggelamkan dengan bahan dari rangka besi dan diberikan attractor sebagai pemikat bagi cumi-cumi dan sotong untuk melekatkan telurnya. Rumpon yang dipasang terdiri dari dua model yaitu model kotak dan model bunga. Rumpon ini dibuat bersama nelayan di lokasi pondok nelayan selama tiga hari sebelumnya.

sayangnya, tepat di pondok Nelayan Matras yang terdapat di perairan Pantai Batu Bedaun, tampak jelas belasan kapal isap beroperasi diperairan ini. Menurut data yang kami peroleh pada tanggal 19/03/2011 terdapat 17 kapal isap yang beroperasi. Sebelumnya, tak pernah ada kapal isap beroperasi sebanyak itu di perairan pantai ini. Apalagi beroperasinya kapal isap diikuti oleh bermunculan ratusan TI Apung yang kini telah beroperasi hingga perairan Pantai Matras. Ke-tujuh belas kapal isap yang beroperasi tersebut dapat dilihat jelas dengan kasat mata dari Pantai Tanjung Pesona atau Pantai Parai Beach Hotel. Ke-tujuh belas kapal isap itu adalah : Chun Sin Siam Phangnga 1, Duang Dee 3, Aisyah 1, Data, Indo Siam Phuket 1, Jebus, Gosyen, Indo Dharma 1, KM. anugrah Surya 1, Kim Kim, Mentrachool, KM. Prima Jaya 1, Tanjung Bunga 3, Satria Anugerah, Petch Phang Nga 1, Red Dragon, W.T.K.1, dan Berekah Alam Samudra.

Selaku pananggung jawab kegiatan penenggelaman rumpon attractor cumi, Eva Utami, M.Si berharap penenggelaman rumpon di perairan ini dapat memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Mengingat kawasan ini merupakan kawasan tangkap (fishing ground) nelayan sekaligus kawasan pariwisata bahari kebanggaan Pulau Bangka. Kegiatan penenggelaman ini akan dievaluasi dan dilakukan pengecekan underwater. Kami dari UBB sangat bersyukur karena Nelayan Matras sangat kooperatif dalam membantu proses penenggelaman sekaligus penentuan titik penenggelaman rumpon ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program sayang cumi (squid care program) yang merupakan program kreativitas mashasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) dan merupakan buah karya sukarelawan Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB bersama Nelayan Matras.




Cara Pembuatan Rumpon Cumi - foto 1



Cara Pembuatan Rumpon Cumi - foto 2



Cara Pembuatan Rumpon Cumi - foto 3



Cara Pembuatan Rumpon Cumi - foto 4



Cara Pembuatan Rumpon Cumi - foto 5



Rumpon Cumi yang sudah selesai dibuat dan siap untuk dipasang di laut



Rumpon Cumi siap untuk dipasang di laut



Rumpon Cumi sedang dipasang di laut



Rumpon Cumi sedang dipasang di laut oleh para penyelam Tim Terumbu Karang UBB



Rumpon Cumi selesai dipasang di laut


Oleh : Indra Ambalika
Dosen UBB dan Ketua Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB



UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang