+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
06 Januari 2022 | 06:40:40 WIB


Fakultas Hukum UBB Gelar Kuliah Umum Bersama Hakim Konstitusi Republik Indonesia


Merawang, UBB— Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menghadirkan sosok Profesor bidang Hukum yang sepak terjangnya sudah sangat dikenal secara nasional. Beliau adalah Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum., Hakim Konstitusi Republik Indonesia, sekaligus merupakan Guru Besar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Prof. Enny Nurbaningsih diundang untuk memberikan kuliah umum dengan tema “Membangun Hukum Berkarakter Pancasila”, sekaligus menyerahkan secara resmi Smartboard Minicourt Room untuk Persidangan Jarak Jauh kepada Fakultas Hukum UBB (Jumat, 05/11/21). 

Kuliah umum yang berlangsung secara hybrid ini dibuka langsung oleh Rektor UBB, Dr. Ibrahim., M.Si di Ruang Vicon, Gedung Fakultas Hukum UBB.

Dalam sambutannya, Dr. Ibrahim, M.Si. mula-mula berbicara tentang bagaimana Provinsi Bangka Belitung berbangga karena Prof. Enny Nuraningsih yang notabenenya berasal dari Kota Pangkalpinang, dan alumnus SMA N I Pangkalpinang bisa berkarir di kancah Nasional sebagai salah satu Hakim di Mahkamah Konstitusi, sekaligus menjadi Guru Besar di salah satu kampus ternama Indonesia, yakni UGM.

“Bangka Belitung berbangga pernah punya siswa seperti Prof. Enny yang sekarang ini berkarir di tingkat nasional menjadi seoarang Begawan hukum, dan juga menjadi Guru Besar di Universitas Gadjah Mada. Oleh karenanya, kesempatan hari ini menjadi berharga karena kita semua bisa berguru secara langsung dengan  Prof Enny,” ucap Ibrahim.

(Dr. Ibrahim, M.Si. ketika memberikan sambutan di kuliah umum “Membangun Hukum Berkarakter Pancasila” dan Peresmian Pemanfaatan Smartboard Minicourt Room Persidangan Jarak Jauh, Jumat 05 November 2021)

Selan itu, Dr. Ibrahim, M.Si. mengungkapkan bahwa, topik diskusi yang dilangsungkan di Fakultas Hukum tersebut tidak pernah usang, karena keseharian kita tak pernah lepas dari bagaimana kemudian kita mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. 

“Kalau Yudilatif menulis Pancasila sebagai konsep negara paripurna. Namun saya kira konsep Pancasila itu tidak pernah paripurna karena dia adalah sesuatu yang sifatnya becoming. Dengan kata lain sifatnya selalu diwujudkan,” pungkas Ibrahim.

Prof. Enny Nurbaningsih sendiri memulai kuliah umum ini dengan menceritakan sejarah lahirnya Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, sebelum berbicara bagaimana pentingnya membangun hukum berkemajuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, Beliau juga memaparkan bagaimana banyak Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah di Indonesia yang tidak kompatibel dengan RPJP Pusat. Juga, bagaimana sampai saat ini kita masih memiliki sekitar 400 produk hukum Kolonial. Padahal menurut Beliau hukum-hukum Kolonial tersebut di Negara Belanda sendiri sudah ditinggalkan.

Persoalan-persoalan inilah yang kemudian ditanyakan lebih jauh dalam sesi diskusi oleh Darwance (Dosen Fakultas Hukum UBB), Bagaspati (Mahasiswa Ilmu Politik UBB), dan Syaiful Anwar (Dosen Fakultas Hukum UBB). Diskusi ini pun berlangsung dengan lancar dan menarik dipandu oleh moderator Bunga Permatasari, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum).

Kuliah umum ini turut dibersamai oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III UBB, Dr. Nizwan Zukhri, M.M. dan Dr. Sri Rahayu, M.H., Dekan Fakultas Hukum, Dr. Dwi Haryadi, M.H., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB, Dr. Diana Anggraeni, M.Hum., serta para dosen dan mahasiswa dari Fakultas Hukum, baik secara luring maupun daring melalui aplikasi Zoom Meeting. 

(Penyerahan Smartboard Minicourt Room Persidangan Jarak Jauh oleh Prof. Enny Nurbaningsih kepada Rektor UBB, Dr. Ibrahim, M.Si. yang didampingi oleh para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Hukum)

(hz/humas)

UBB Perspective

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap